Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu mengadakan Pendampingan Akreditasi Prodi

Pendidikan Tinggi yang bermutu merupakan Pendidikan Tinggi yang menghasilkan lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara (UU No.12/2012 pasal 51 ayat 1). Dalam upaya mencapai pendidikan tinggi yang bermutu maka pemerintah menyelenggarakan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, termasuk semua Program Studi (Prodi) yang ada di dalamnya.

Sistem  penjaminan mutu  pada  pendidikan  tinggi  didasarkan  pada Pangkalan  data Perguruan Tinggi (PDPT) dan terdiri atas: (1) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan (2) Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau akreditasi. Berbeda dengan SPMI yang dikembangkan oleh perguruan tinggi masing-masing, SPME untuk pendidikan tinggi dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Negara-Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau lembaga mandiri yang diberi wewenang oleh pemerintah.

Akreditasi bersifat wajib bagi semua Program Studi (Prodi) dan perguruan tinggi. Prodi yang terakreditasi berwenang untuk menerbitkan sertifikat pendidikan atau ijasah bagi lulusannya sedangkan perguruan tinggi yang terakreditasi berwenang untuk menerbitkan sertifikat kompetensi. Kewenangan menerbitkan sertifikat kompetensi ini tercantum pada UU No. 20/2003 pasal 61 ayat 3 sebagai berikut:”Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi.”

SPMI merupakan kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penerapan SPMI bersifat dinamis, perangkat-perangkat SPMI dapat berubah dengan adanya hasil evaluasi dan program peningkatan mutu. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang sistem penjaminan mutu internal secara terus-menerus kepada GPM dan GKM dalam sistem penjaminan mutu Undana

Hingga tahun 2022 masih ada beberapa Prodi di Undana yang terakreditasi dengan peringkat C yakni Psokologi, Teknik Pertambangan dan S3 Ilmu Administrasi. Sementara Prodi yang melakukan reakreditasi dengan menggunakan menggunakan isntrumen baru 9

Kriteria antara lain Prodi Bahasa Inggris, PPKN dan Pendidikan Ekonomi dan Kehutanan dengan peringkat akreditasi “Baik Sekali” untuk ketiga prodi serta Baik untuk Prodi Kehutanan   dan akan melakukan reakreditasi baik yang menggunakan instrument lama 7 standar maupun dengan menggunakan isntrumen baru 9 Kriteria. Sebagian besar prodi memanfaatkan PEPS (Pemantauan Evaluasi Program Studi) dengan pencapaaian peringkat akreditasi B.  Pendampingan akreditasi Prodi telah dilakukan untuk meningkatkan peringkat akreditasi menuju Baik Sekali dan Unggu. Disisi lain, akreditasi penilaian yang dilakukan pihak eksternal untuk menilai sejauh mana pelaksanaan SPMI telah dilakukan   merupakan kewajiban yang harus ditaati.

A.2   Tujuan (tujuan laporan Evaluasi kinerja semester dibuat)

Adapun tujuan pendampingan akreditasi prodi adalah   untuk meningkatkan status dan peringkat akreditasi prodi menjadi terakreditasi dan menuju Baik sekali dan Unggul serta memastikan implementasi pelaksanaan SPMIsesuai Siklus PPEPP pada semua kegiatan perguruan tinggi baik akademik maupun non akdemik  tingkat fakultas dan prodi.

B METODE

Pendampingan akreditasi prodi dilakukan dengan mereview dokumen akreditasi yang dikirim prodi ke LP3M. Review dokumen oleh asesor internal Undana (Tim Task force  LP3M)  terhadap  masing-masing  kriteria.  Metode  pendampingan  dilakukan secara langsung terhadap prodi yang akan diakreditasi baik secara daring maupung luring. Pendampingan akreditasi dimulai dari bulan Februari bagi Prodi Teknik Pembuatan  Tenun  Ikat  selanjutnya  pendampingan  penyiapan  asesmen  lapangan daring bagi Prodi PPKN. Pendampingan akreditasi prodi selama periode semester I berjumlah 15 Prodi.



Pendampingan Asesmen lapangan Daring Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) bersama Asesosor BAN-PT, Dekan FKIP, LP3M, satgas Prodi PPKN.

Pendampingan akreditasi prodi (unggul/baik sekali- termasuk usulan prodi baru) sangat

strategis  dilakukan  untuk  mereview  dokumen  akreditasi  prodi  sebagai  syarat  sebelum melakukan SAPTO BAN-PT dalam meningkatkan status dan peringkat akreditasi prodi

Kegiatan Pendampingan akreditasi prodi (unggul/baik sekali- termasuk usulan prodi baru) sebaiknya  dilakukan  secara  rutin  satu  tahun  sebelum  masa  akreditasi  berakhir  tanpa melihat apakah BAN-PT atau LAMdik/LAMPTkes sehingga dapat dipantau status akreditasi.

Comments are closed.